*_KULIAH SUBUH_* SYAIKHONA CHOLIL PUASA GULA BACA 3 MENIT SAJA, ANDA AKAN MENDAPAT HIKMAHNYA :) Syaikhona KH. Cholil, Kiyai masyhur dan alim dari Bangkalan Madura, kedatangan tamu seorang bapak dari desa. Maksud kedatangan tamu tersebut adalah mengeluhkan perihal anaknya yang suka makan gula. "Anak saya tidak mau berhenti makan gula, Kyai. Sudah tidak terhitung lagi saya menasehatinya agar mau berhenti makan gula!" kata tamu itu mengeluhkan anaknya. "Jajanan anak saya, jika tidak permen ya pasti gula, Kyai," orang itu melanjutkan. "Tolong saya diberi sesuatu sebagai obat agar anakku mau berhenti makan gula, Kyai! Saya takut ia akan penyakitan karena kebanyakan makan gula!" Demi mendengar keluhan tamunya itu, Kyai berpikir juga. Keluhan tamunya itu tampaknya memang sepele, yaitu mencari cara untuk mengatasi anaknya yang bandel, yang suka makan gula. Tampaknya Kiyai menanggapinya dengan serius. "Bapak ini setiap hari hanya minum air?" ...
Postingan
Menampilkan postingan dari Maret, 2017
Nikmatnya Tuh Disini
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Nikmat-Nya tuh disini… Ketika masih dikaruniai kesempatan dan kemampuan untuk berbagi dengan sesama dan mendo’akannya supaya juga bisa berbagi dengan yang lainnya. Ketika dikaruniai kesadaran untuk menjalankan segala sesuatu karena ingin memperoleh cinta-Nya dan semakin mencintai-Nya. Ketika masih dikaruniai kesempatan bertemu kembali dengan orangtua kemudian mencium punggung tangannya dan memeluknya seraya berkata terima kasih dan maaf. Ketika dikaruniai kemudahan dan rasa enteng dalam mengerjakan keta’atan kepada-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketika dikarunia kesadaran untuk lebih mencintai dzat yang menitipkan rasa cinta pada makhluk-Nya. Ketika dikaruniai kesabaran dan kekuatan dalam meniti setiap langkah kehidupan yang penuh dengan misteri ini. Ketika dikaruniai kesadaran untuk tetap berhati-hati dalam berbicara dan bersikap, karena kita sadar dimanapun berada, kita...
Bahagianya Tuh disini
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bahagianya tuh disini K esyukuran. Rasa syukur merupakan rasa terimakasih kita kepada Allah SWT, atas segala nikmat yang telah dikaruniakan-Nya. Ya, sebenarnya cukup sederhana untuk bisa merasa bahagia, yaitu mau belajar mensyukuri apa yang telah kita miliki, bukan malah terisaukan dengan segala sesuatu yang belum kita miliki dan lalai untuk menikmati apa yang telah dimiliki. Misalnya, kita bisa mengenyam pendidikan sampai di perguruan tinggi adalah karunia Allah yang luar biasa, karena kalau tidak atas izin-Nya seberapa pun besar ikhtiar kita, pasti juga tidak akan terlaksana. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah sadar dan menyadari akan karunia tersebut. Kita sadar, bahwa masih banyak teman-teman di luar sana yang tidak berkesempatan mendapatkan pendidikan sampai perguruan tinggi, karena urusan ekonomi yang kurang mencukupi, tidak mendapatkan restu dari orangtua, tidak ada motivasi untuk terus belaj...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Obituari Bahasa Kiai Hasyim Muzadi Oleh: Hamzah Sahal “Walisongo mengislamkan orang. Wali celana cingkrang mengkafirkan orang Islam.” Demikian KH Hasyim Muzadi menyindir orang-orang yang mudah mengafirkan sesama muslim. Kontan saja, orang yang mendengarkannya tertawa terbahak-bahak. Itulah kekhasan Kiai Hasyim dalam berbicara, penuh humor, baik saat ngobrol terbatas hingga berceramah di depan ribuan orang. Tidak ada rasanya, orang NU yang tidak kebagian humor Pak Hasyim, demikian Kiai Hasyim Muzadi akrab dipanggil. Humor Pak Hasyim meluncur dengan deras, kapan pun, di tengah acara apapun. Kita bisa tertawa berulang meski cerita sudah pernah didengar berkali-kali. Bahkan saat cermah maulid Nabi Muhammad SAW di istana, humor mengalir dengan lancar, bikin suasana istana jadi cair. Dia berceramah mestinya membaca naskah yang ada di tangannya, tapi ternyata, ceramah dengan gaya bebas. “Saya kadang-kadang berpikir, ini negara non muslim, barang yang hilang, kok ketemu semua. Sem...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KISAH SEBUTIR NASI INI MEMBUAT HABIB LUTHFI TERDIAM Dalam perjalanan mencari ilmu, Maulana Habib Lutfi Bin Yahya-Pekalongan berjumpa dengan seorang Kiai Sepuh. Romo Habib muda terheran-heran ketika menyaksikan akhlak kiai sepuh yang luar biasa. Yakni, ketika dhahar (makan), ada butiran nasi yang terjatuh lalu dipungut dan dikembalikan ke piring untuk dimakan kembali. "Kenapa harus diambil, Yai. Kan cuma nasi sebutir," ujar Romo Habib muda penasaran. "Lho, jangan dilihat sebutir nasinya, Yik. Apa kamu bisa bikin nasi sebutir ini, bahkan seper seribu menir saja?" Deg, terdiamlah Romo Habib muda. Kiai sepuh melanjutkan, "Ketahuilah, Yik. Pada saat kita makan nasi, sesungguhnya Gusti Allah telah menyatukan banyak sekali peran. Nasi itu namanya Sego Bin Beras Bin Gabah Al Pari. Mulai dari mencangkul, menggaru, meluku, menanam benih, memupuk, menjaga hama hingga memanen ada jasa banyak sekali orang. Kemudian mengolah gabah menjadi beras, dari beras menjadi nasi ...