Nikmatnya Tuh Disini



Nikmat-Nya tuh disini…
*   Ketika masih dikaruniai kesempatan dan kemampuan untuk berbagi dengan sesama dan mendo’akannya supaya juga bisa berbagi dengan yang lainnya.
*   Ketika dikaruniai kesadaran untuk menjalankan segala sesuatu karena ingin memperoleh cinta-Nya dan semakin mencintai-Nya.
*   Ketika masih dikaruniai kesempatan bertemu kembali dengan orangtua kemudian mencium punggung tangannya dan memeluknya seraya berkata terima kasih dan maaf.
*   Ketika dikaruniai kemudahan dan rasa enteng dalam mengerjakan keta’atan kepada-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
*   Ketika dikarunia kesadaran untuk lebih mencintai dzat yang menitipkan rasa cinta pada makhluk-Nya.
*   Ketika dikaruniai kesabaran dan kekuatan dalam meniti setiap langkah kehidupan yang penuh dengan misteri  ini.
*   Ketika dikaruniai kesadaran untuk tetap berhati-hati dalam berbicara dan bersikap, karena kita sadar dimanapun berada, kita menjadi pendidik bagi yang lainnya baik dari segi ucapan maupun tindakan.
*   Ketika masih dikaruniai rasa malu untuk melakukan ma’siat karena takut kalau-kalau dicabut kenikmatan rasa cintanya kepada Allah dan lebih takut lagi kalau Allah ndak mencintainya lagi atau takut kalau ajal menjemput sebelum sempat bertaubat.
*   Ketika masih dikaruniai rasa malu kalau telat berbuat kebaikan, telat memenuhi seruan Allah dalam meraih kemenangan, malu ndak sungguh-sungguh dalam mencari cinta-Nya, dan malu kalau belum bisa membahagiakan kedua orangtua.
*   Ketika masih dikaruniai nikmat ketenangan dalam bathin dan mengantarkan kesadaran untuk lebih banyak mendo’akan kebaikan-kebaikan untuk yang lainnya.
*   Ketika dikaruniai kesempatan berkhalwat dengan Allah pada sepertiga malam, dengan penuh rasa cinta, harap akan segala rahmat dan ampunan-Nya dan rasa takut dari segala azab-Nya.
*   Ketika dikaruniai kesadaran bahwa hakikat hidup ini adalah untuk bisa saling menghidupi dengan yang lainnya.
*   Ketika dikaruniai kesadaran untuk mensyukuri atas nikmat titipan rasa cinta kepada makhluk-Nya dengan selalu berdzikir, mengintrospeksi diri, belajar memantaskan diri dan terus belajar untuk lebih mengenal dan dekat dzat yang menitipkannya, Dengan mencari dan menjalankan segala sesuatu yang bisa mengantarkan kepada apa-apa yang bisa mendatangkan cinta-Nya
*   Ketika masih dikaruniai kesabaran dan kekuatan dalam menjalankan keta’atan kepada-Nya.
*   Ketika dipertemukan dengan orang yang menginspirasi yang bisa menambah kita semakin ingin mengenal Allah dan semakin asih kepada sesama.
*   Ketika dikaruniai kesadaran bahwa semakin tinggi orang berpendidikan, sudah semestinya semakin mengenal dan dekat dengan Tuhannya serta semakin tambah asih kepada sesama. Kalau dalam peribahasa “padi, semakin berisi semakin menunduk”, seperti itulah, semakin berilmu seseorang semakin tambah andhap ashor marang liyane(rendah hati kepada sesama) serta semakin tambah bisa berlaku bijak dalam menanggapi suatu masalah kehidupan ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini